Artificial Intelligence2 Desember 20254 min read

Teknik Prompt Engineering: Cara Membuat Prompt yang Baik untuk Hasil yang Maksimal

J

Jadiin Admin

Author

Jalan Digital Indonesia, Teknik Prompt Engineering: Cara Membuat Prompt yang Baik untuk Hasil yang Maksimal

https://coderpad.io/wp-content/uploads/2023/08/coderpad-agosto-prompt-engineering.png

https://miro.medium.com/v2/resize%3Afit%3A1400/1%2Ap-IVZ1iGJL_pmY6B2SlI8g.jpeg

https://www.signitysolutions.com/hs-fs/hubfs/Prompt%20Engineering%20Process.png?height=768&name=Prompt+Engineering+Process.png&width=1024

Prompt Engineering adalah teknik untuk berkomunikasi dengan kecerdasan buatan (AI) menggunakan instruksi yang tepat, terstruktur, dan spesifik. Dalam dunia AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan model open-source prompt yang benar dapat menghasilkan jawaban lebih akurat, kreatif, dan sesuai kebutuhan.

Sama seperti berbicara kepada manusia, semakin jelas instruksi yang diberikan, semakin tepat hasilnya. Namun berbeda dengan manusia, AI membutuhkan struktur dan konteks untuk memahami tujuan kita.

Artikel ini akan membahas:

  1. Apa itu Prompt Engineering

  2. Komponen penting dalam prompt

  3. Teknik-teknik Prompt Engineering

  4. Formula membuat prompt yang maksimal

  5. Contoh prompt yang salah vs benar

  6. Template siap pakai untuk berbagai kebutuhan


🔍 1. Apa Itu Prompt Engineering?

Prompt Engineering adalah proses merancang instruksi (prompt) agar AI memberikan output terbaik, baik berupa teks, gambar, kode, strategi bisnis, analisis data, hingga automasi.

Tujuannya adalah:

  • Meningkatkan akurasi

  • Mengurangi kebutuhan revisi

  • Mengoptimalkan kreativitas AI

  • Mempercepat proses kerja

Dengan prompt yang tepat, AI bukan hanya menjawab, tetapi memahami konteks, peran, gaya bahasa, dan tujuan output.


🧱 2. Komponen Penting Dalam Prompt

https://learnprompting.org/docs/assets/basics/formal_prompt.svg

https://www.researchgate.net/publication/395007217/figure/fig1/AS%3A11431281607989564%401756314847330/Diagram-of-the-prompt-structure.png

https://media.licdn.com/dms/image/v2/D4D12AQHE8LPSpEH_-A/article-cover_image-shrink_600_2000/article-cover_image-shrink_600_2000/0/1733669590845?e=2147483647&t=cD9wXLz1D07xtFFmSg3ZDGmH10NkN81bGrCaTWp3FKQ&v=beta

Prompt yang baik biasanya mengandung 5 elemen:

1. Role / Peran AI

Tentukan siapa AI dalam konteks tersebut.

Contoh:

  • “Anda adalah seorang ahli pemasaran digital.”

  • “Anda adalah seorang dokter spesialis kulit.”

2. Task / Tugas

Jelaskan apa yang harus dilakukan.

Contoh:

  • “Buatkan strategi konten mingguan.”

3. Context / Konteks

Berikan informasi pendukung agar AI tidak menebak-nebak.

Contoh:

  • “Target audience saya adalah UMKM kuliner lokal.”

4. Constraint / Batasan

Atur gaya, format, panjang, atau teknis tertentu.

Contoh:

  • “Gunakan bahasa santai dan maksimal 150 kata.”

5. Output Format

Permintaan hasil akhir harus jelas.

Contoh:

  • “Hasilkan dalam bentuk tabel dan bullet list.”


🧩 3. Teknik Prompt Engineering yang Paling Efektif

Berikut teknik yang paling banyak digunakan profesional AI:

🔸 1. Zero-Shot Prompting

Memberi instruksi tanpa contoh.
Bagus untuk tugas sederhana.

Contoh:
“Jelaskan apa itu blockchain dalam bahasa yang mudah.”


🔸 2. One-Shot Prompting

Memberikan satu contoh agar gaya output lebih tepat.

Contoh:
“Berikan caption seperti ini:
‘Ngopi dulu biar kerja makin lancar ☕✨’.
Sekarang buatkan 5 versi lainnya.”


🔸 3. Few-Shot Prompting

Memberi beberapa contoh agar hasil konsisten.

Bagus untuk brand tone, copywriting, dan coding.


🔸 4. Chain-of-Thought (CoT)

Meminta AI menjelaskan langkah berpikirnya.

Contoh:
“Jelaskan langkah demi langkah untuk menyelesaikan soal matematika ini.”


🔸 5. ReAct Prompting

Meminta AI untuk reason + act, sangat cocok untuk troubleshooting.


🔸 6. Role Prompting

Meminta AI mengambil peran tertentu agar output lebih fokus.

Contoh:
“Bertindaklah sebagai konsultan IT dan berikan pendapat teknis.”


🔸 7. Iterative Prompting

Mengulang prompt sambil memperbaiki hasil hingga sempurna.
Teknik ini paling umum digunakan profesional.


🔸 8. Prompt Stacking

Menggabungkan beberapa instruksi berlapis agar hasil kompleks.

Contoh:
Role + context + constraints + format + objective.


🧪 4. Formula Prompt Terbaik (Prompt Master Formula)

Gunakan formula berikut untuk hasil maksimal:

ROLE + TASK + CONTEXT + CONSTRAINT + FORMAT

Contoh lengkap:

“Anda adalah seorang copywriter ahli SEO.
Buatkan saya 3 judul artikel tentang UMKM digital.
Target audiens adalah pengusaha pemula.
Gunakan bahasa mudah dipahami, maksimal 60 karakter.
Sajikan dalam bentuk tabel yang berisi: Judul – Alasan.”

Hasilnya akan jauh lebih presisi dibandingkan prompt biasa.


⚖️ 5. Contoh Prompt: Salah vs Benar

Prompt Buruk

“Buat artikel tentang UMKM.”

Hasil: Umum, tidak mendalam, sering tidak sesuai konteks.


Prompt Baik

“Buat artikel 800 kata tentang strategi UMKM masuk ke pasar digital.
Gunakan bahasa santai namun profesional.
Target pembacanya adalah UMKM pemula di Indonesia.
Gunakan struktur:

  1. Pembukaan

  2. Masalah umum

  3. Solusi praktis

  4. Checklist aksi
    Tambahkan 5 contoh bisnis nyata.”

Hasil: Lebih rapi, lengkap, dan sesuai target.


📦 6. Template Prompt Siap Pakai

Template 1 — Artikel SEO

“Sebagai SEO Specialist, tulis artikel [jumlah kata] dengan gaya [gaya bahasa].
Topik: [topik].
Struktur: [struktur].
Target pembaca: [audiens].
Gunakan [keyword utama] dan [keyword turunan].
Akhiri dengan CTA.”


Template 2 — Bisnis & Strategi

“Anda adalah konsultan bisnis.
Analisis masalah berikut: [deskripsi bisnis].
Berikan:

  • masalah utama

  • solusi jangka pendek

  • solusi jangka panjang

  • estimasi biaya

  • roadmap 90 hari.”


Template 3 — Coding

“Sebagai senior software engineer, tulis kode untuk: [task].
Gunakan bahasa: [bahasa program].
Tambahkan komentar, optimasi performa, dan jelaskan cara kerja code.”


Template 4 — Desain / Gambar AI

“Buat prompt untuk AI image generator.
Gaya: [style].
Subjek: [detail].
Warna dominan: [warna].
Rasio: [aspect ratio].
Tambahkan mood dan lighting.”


Template 5 — Ulasan & Ringkasan

“Ringkas dokumen berikut dengan gaya profesional.
Sorot poin penting, keputusan, risiko, dan action item.”


🏁 Kesimpulan

Prompt Engineering bukan sekadar menulis instruksi, tetapi seni merancang komunikasi efektif antara manusia dan AI. Dengan memahami struktur, teknik, dan formula prompt yang tepat, kita bisa memaksimalkan potensi AI untuk:

  • menghasilkan ide

  • menulis konten

  • menganalisis data

  • membuat kode

  • membangun automasi

Semakin detail prompt-nya, semakin powerful hasilnya.

Tags

#Prompt Engineering#AI#Chatgpt#Teknik Prompt
Cara Membuat Prompt yang Baik untuk Hasil yang Maksimal | Jadiin (Jalan Digital Indonesia) | Jadiin